Thursday, December 27, 2012

Teknik Pengambilan Darah

PENGAMBILAN DARAH AYAM



Pengambilan darah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan serum yang cukup jumlahnya dengan kualitas memadai dan memudahkan evaluasi terhadap suatu penyakit

DOC

  • Pegang ayam dengan hati-hati, jepit leher dengan jari  telunjuk dan jari tengah 
  • Dengan kapas beralkohol,  swab daerah sekitar leher sehingga vena jugularis terlihat jelas 
  • Tusuk  vena jugularis dengan spuit 1 ml  (jarum 26G x ½”) 
  • Tarik piston perlahan-lahan sampai darah keluar 
  • Jika volume darah sudah cukup ( + 0,5  - 1 ml ), cabut spuit perlahan dan tutup jarumnya 
  • Tarik piston sampai  ke ujung spuit (3/4 bagian) untuk memberi ruang supaya serumnya keluar 
  • Beri label identitas ayam

Ayam Besar

Sayap 

  • Pegang ayam dengan hati-hati,
  • Dengan kapas beralkohol,  swab daerah sayap sehingga vena branchialis terlihat jelas 
  • Tusukan spuit 3 ml (jarum 23G x 1 1/4”) dibawah tendon pronator muskulus  kemudian arahkan jarum ke vena branchialis lalu tusukan ke vena branchialisnya 
  • Tarik  piston  perlahan-lahan  sehingga darah masuk ke spiut + 0,5 – 1 ml 
  • Jika volume darah sudah cukup, cabut spuit perlahan sambil ibu jari menekan vena branchialis dan tutup jarumnya 
  • Tarik piston sampai  ke ujung spuit (3/4 bagian) untuk memberi ruang supaya serumnya keluar 
  • Beri label identitas ayam

Jantung

  • Pegang ayam dengan hati-hati,
  • Dengan kapas beralkohol  swab daerah Thoracic Inlet (rongga dada)
  • Tusukan spuit 3 ml (jarum 24G x 1”) ke rongga dada sehingga jarum mengenai jantung
  • Tarik  piston    perlahan-lahan       sehingga darah masuk ke spiut + 0,5 – 1 ml
  • Jika volume darah sudah cukup cabut spuit perlahan dan tutup jarumnya
  • Tarik piston sampai  ke ujung spuit (3/4 bagian) untuk memberi ruang supaya serumnya keluar
  • Letakkan   spuit   pada   posisi  mendatar  atau  sedikit  miring  dengan   posisi  jarum  diatas   dan    biarkan   15 – 30  menit  ( pada  suhu ruang )  supaya  darah  membeku.
  • Beri label identitas ayam

Wednesday, December 26, 2012

Inseminasi Buatan pada Ayam SPF



INSEMINASI BUATAN ( ARTIFICIAL INSEMINATION )
PADA AYAM
SPF ( SPECIFIK PATHOGEN FREE )
Dibuat Oleh : Azzury Pramudiksa.AMd


Maksud dan Tujuan :
·         Meningkatkan produksi anak ayam ( DOC ) yang lebih seragam dalam waktu yang relatif singkat
·         Effisiensi penggunaan pakan, karena jumlah ayam pejantan yang dipelihara lebih sedikit
·         Meninggkatkan kemampuan reproduksi ayam betina untuk menghasilkan telur tetas lebih banyak

Keuntungan Inseminasi Buatan :
·         Penggunaan Pejantan Lebih sedikit ( 1 : 10 – 25 )
·         Memudahkan persilangan pejantan - pejantan unggul yang sulit melakukan perkawinan secara alami
·         Menghasilkan anak ayam yang seragam dalam waktu yang relatif singkat

Syarat – syarat Inseminasi Buatan :
·         Pejantan :
·         Sehat dan tidak cacat mental
·         Umur 7 – 24 bulan
·         Terlatih diambil spermanya
·         Memiliki mutu genetik yang baik
·         Dipelihara terpisah dengan betina
·         Betina :
·         Sehat dan tidak cacat mental
·         Umur 7 – 12 bulan
·         Minimal telah mengalami periode peneluran pertama
·         Berproduksi tinggi
·         Dipelihara dalam kandang baterry individual
·          
Alat dan bahan yang dibutuhkan :
·         Syringe ( pipet ) 1 ml/cc
·         Larutan NaCL 0,85 %
·         Kapas Beralkohol 70 %
·         Botol kecil
·         Sarung tangan
·         Alat dan bahan harus dalam keadaan steril
Pelaksanaan Inseminasi Buatan :
·         Dilakukan pada waktu sore hari ( dari jam 15.00 keatas )
·         Dilakukan oleh 2 orang dan menggunakan sarung tangan ( satu orang mengurut dan yang satu orang lagi menampung sperma )
·         Bulu di sekitar kloaka pejantan dipotong dan dibersihkan ( supaya sperma yang keluar tidak menempel di bulu dan pejantan lebih mudah terangsang )
·         Periode inseminasi sebaiknya dilakukan 3 kali dalam seminggu
·         Telur hasil inseminasi diambil pada hari kedua – ke tujuh setelah inseminasi buatan
·         Pengambilan Sperma pada pejantan :
·         Rangsang pejantan dengan mengusap dari kepala, punggung sampai ke bagian ekor 1 kali atau beberapa kali
·         Setelah terjadi ereksi, pangkal lunak kloaka ditekan oleh telunjuk dan ibu jari
·         Tampung sperma dengan botol
·         Cara pengenceran sperma :
·         Sperma yang telah ditampung di botol di sedot menggunakan syringe 1 ml/cc (untuk mengetahui berapa banyak sperma yang diambil)
·         Masukan kembali sperma kedalam botol kemudian campur dengan larutan NaCl fisiologis 0.85 % dengan perbandingan 1:1 – 4 (tergantung kekentalan sperma)
·         Sperma yang sudah dicampur disedot dengan syringe 1ml/cc
·         Sperma yang sudah dicampur harus didistribusikan maksimal 30 menit
·         Cara Memasukan sperma kedalam vagina betina :
·         Bersihkan kloaka betina dengan kapas beralkohol
·         Swab syringe dengan kapas alkohol (setiap mau memasukan syringe ke vagina)
·         Masukan sperma sebanyak 0,2cc ke Ductus Ovarius pada kedalaman 3cm (intra vagina) atau 7-8cm (intra uterus)